Lampu Robyong Tembaga
Lampu Robyong Tembaga

Lampu Robyong Tembaga

 

1. Awal Mula: Dari Senjata ke Kriya Logam

 

Akar kerajinan logam Tumang berawal dari masa Kerajaan Mataram Islam.

  • Peran Kyai Rogosasi: Pertama-tama, sejarah mencatat peran Kyai Rogosasi. Beliau mengembangkan seni kerajinan logam di luar tembok Keraton setelah menikah. Maka dari itu, keahliannya, yang berawal dari pembuatan senjata dan perhiasan, mulai beralih ke alat-alat rumah tangga.
  • Pengawasan Keraton: Selanjutnya, Keraton menyadari potensi keahlian ini. Mereka bahkan mengirimkan tiga Empu terbaik dari Keraton untuk mendampingi dan mengembangkan pengetahuan ini bersama Kyai Rogosasi dan pengikutnya.

 

2. Titah Paku Buwono X (PB X) yang Menguatkan Tradisi

 

Titah seorang Raja menjadikan kerajinan Tembaga sebagai mata pencaharian resmi Tumang.

  • Pencarian Pusaka: Sekitar tahun 1930-an, Raja Paku Buwono X (PB X) dari Keraton Solo (Surakarta) pernah mengunjungi Tumang untuk mencari pusaka Keraton yang hilang.
  • Wasiat Raja: Dalam kunjungan itu, PB X melihat warga Tumang telah mengolah Tembaga (saat itu sering dari kabel bekas) menjadi alat dapur. Maka dari itu, Raja berpesan agar warga meneruskan aktivitas kerajinan ini, sehingga menjamin kesejahteraan masyarakat. Wasiat inilah yang warga pegang teguh dan wariskan turun-temurun.

 

3. Keberlanjutan Warisan Hingga Pasar Global

 

Hari ini, warisan ini terus hidup berkat inovasi.

 

Post by yudaartdesign

Pusat Kerajinan Tembaga Kuningan ( Yuda Art Design ) Merupakan supplier kerajinan tembaga dan kuningan harga murah dan kualitas terjamin. Berasal dari kawasan Tumang Cepogo Boyolali, yang merupakan salah satu pusat kerajinan tembaga dan kuningan terbesar di Jawa Tengah. Kami melayani pengerjaan berbagai kerajinan tembaga dan kuningan baik skala besar maupun skala kecil.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *